Keramik adalah salah satu bagian interior yang memiliki fungsi signifikan dan dibutuhkan. Baik rumah sederhana ataupun rumah mewah, keramik sudah tidak dapat dipisahkan lagi. Fungsi yang dihadirkan pun tidak hanya lagi sebagai pelapis lantai maupun kloset melainkan telah berubah menjadi salah satu bagian penting dari interior yang memberikan nilai pada estetika.

“Dulu keramik adalah hanya berfungsi untuk lapisan lantai akan tetapi sekarang telah berubah menjadi bagian dari desain itu sendiri. Banyak pemilik rumah yang melakukan berbagai renovasi untuk mengganti keramik yang mengikuti tren terbaru tiap tahunnya,” kata Ketua Asosiasi Ankeak Industri Keramik Indonesia Elisa Sinaga.

Pada event Keramika 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center atau JCC pada 16-19 Maret 2017, masyarakat ataupun calon konsumen dapat melihat berbagai jenis keramik yang memiliki berbagai motif dan desain berikut dengan cara pembuatannya.

Bagi orang-orang ataupun pelaku bisnis yang terlibat baik langsung ataupun tidak langsung dalam industri keramik dapat melihat berbagai perkembangan teknologi baru dalam industri keramik pada Keramika 2017 ini.
Layaknya Gawai, Trend Keramik Berubah Tiap Tahun
“Para konsumen tentunya akan melihat berbagai motif baru keramik yang mungkin menjadi trend pada tahun 2017. Pengguna akan disuguhkan keramik dengan berbagai variasi motif dan luas yang berbeda dengan yang sebelumnya. Untuk luas yang dikenal dulu adlaah 30×30 sentimeter, 40×40 sentimeter ataupun 50×50 sentimeter akan tetapi sekarang sudah tidak lagi,” kata Elisa.

Elisa menyebutkan bahwa dengan tersedianya teknologi terbaru ini dapat memanfaatkan imajinasi manusia sehingga ukuran yang dihasilkan tidak lagi baku seperti ukuran yang ada sebelumnya. Contoh yang diberikan oleh Elisa adalah keramik dengan ukuran tidak biasa yaitu 37 x 97 sentimeter yang dibuat secara khusus dengan teknologi cutting untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Ada beberapa yang berbentuk heksagonal. Sistem joint juga bagus, interlocknya,” kata Elisa.

Dirinya melanjutkan bahwa saat ini dengan adanya teknologi dalam industri keramik, konsumen memiliki pilihan yang lebih beragam. Perkembangan ini juga mendorong banyak konsumen mengganti keramiknya tiap 2-3 tahun menyesuaikan dengan trend.

Hal ini sedikit berbeda dengan dulu yang dimana konsumen hanya memasang keramik 1 kali dalam seumur hidup di satu rumah kecuali terdapat keramik yang rusak. Elisa menjelaskan bahwa perkembangan keramik saat ini membuat inovasi menjadi tidak terbatas. Dirinya memberi contoh bahwa saat pengguna ponsel pintar sering mengganti ponsel 2-3 tahun sekali walaupun ponsel lama masih dapat digunakan.

“Keramik juga telah bergerak ke arah tersebut. Mungkin perkembangan trend membuat konsumen dengan finansial yang besar dapat mengganti keramik 2-3 tahun sekali,” kata Elisa.